Gempa Banjarnegara, 2.104 Jiwa Mengungsi

196 Views

kabarsolo.co (Banjarnegara) — Bencana Gempa Bumi di Banjarnegara, Jawa Tengah, membawa luka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Betapa tidak, gempa yang terjadi sekitar pukul 13.28 WIB ini membuat ribuan jiwa harus mengungsi.

Tak hanya itu, gempa berkekuatan 4,4 SR dengan pusat gempa di darat pada kedalaman 4 kilometer pada jarak 52 kilometer utara Kebumen tu juga mengakibatkan dua korban meninggal dunia.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, pusat gempa yang dangkal dengan kondisi tanah gembur di Banjarnegara menyebabkan kerusakan cukup parah di wilayah Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara. Setidaknya terdapat dua warga dilaporkan tewas, 21 luka dan 316 rusak akibat bencana tersebut.

Simak : 7 Hari Pencarian, Pendaki Asal Selandia Baru Ditemukan Meninggal Dunia

“Ada 2.104 jiwa yang terpaksa mengungsi karena rumah mereka rusak terkena gempa di Banjarnegara. Penanganan darurat dampak gempa saat ini terus dilakukan,” ucap Sutopo dalam siaran tertulisnya, rabu (18/4/2018).

Data korban yang dimilikinya merupakan data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Banjarnegara. Gempa menyebabkan 2 orang meninggal dunia, 21 orang luka dan 316 rumah rusak. Dua orang meninggal dunia adalah Asep (13) siswa kelas 5 SD warga Desa Kasinoman dan Ny Kasri (80) warga Dusun Bakalan Desa Kasinoman. “Sebanyak 21 orang luka-luka. Korban dirawat di puskesmas dan di rumah sakit daerah. Korban sebagian besar disebabkan tertimpa oleh bangunan yang roboh,” ulasnya.

Kerusakan rumah rusak sebanyak 316 unit yang tersebar di Desa Kasinoman 217 unit rumah, Desa Kertosari sebanyak 62 unit rumah dan Desa Plorengan 37 unit rumah. Diperkirakan jumlah rusak bertambah mengingat belum semua rumah rusak didata, baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan oleh petugas gabungan.

Simak : Sah, Tommy Soeharto Jadi Ketum Partai Berkarya

“Bangunan umum yang rusak meliputi masjid di Desa Plorengan 1 unit, masjid di Desa Kertosari 1 unit, masjid di Desa Kasinoman 1 unit, mushola di Desa Kasinoman 1 unit dan gedung SMKN 2 Kalibening,” terang Sutopo.

Jumlah pengungsi yang terdata sementara sebanyak 526 KK atau 2.104 jiwa tersebar di beberapa titik pengungsian di 4 desa di Kecamatan Kalibening. Diantaranya di Desa Kasinoman, Desa Kertosari, Desa Plorengan dan Desa Sidakangen.

Sebanyak 180 personil tim gabungan dari BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, Basarnas, PMI, SKPD, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi dan penyelamatan korban gempa. Posko tanggap darurat, dapur umum, pos kesehatan, dan pos pengungsian telah didirikan di Kecamatan Kalibening. Pos pengungsian didirikan di 4 desa yang di bagi beberapa titik di masing-masing desa.

“BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD yang berdekatan dengan Banjarnegara telah mengirimkan bantuan dan personil. Tim Reaksi Cepat BNPB melakukan pendampingan BPBD. Posko BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD. Pendataan dan koordinasi juga masih terus dilakukan,” tekannya.

Simak : Probosutejdo, Adik Kandung Presiden Soeharto Tutup Usia

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing pada isu-isu menyesatkan. Hingga saat ini BMKG melaporkan tidak ada gempa susulan. Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah makanan, air bersih, MCK, dan relawan untuk membantu membersihkan lingkungan, trauma healing, dan kebutuhan dasar lainnya. (Redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: