Hari Kartini, Perempuan di Solo Lomba Kayuh Becak

113 Views

kabarsolo.co (Solo) — Ada-ada saja ide warga Solo, Jawa Tengah, dalam memeriahkan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April 2018 kemarin. Salah satunya yang dilakukan ibu-ibu di Solo ini. Mereka menggelar lomba kayuh becak yang diselenggarakan di Alun-alun Kidul Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat.

Uniknya, lomba kayuh becak dalam rangka semarak Kartini ini peserta diwajibkan mengenakan pakaian kebaya. Sembari mengenakan pakaian khas jawa, kaum hawa di kota Bengawan ini memperlihatkan ketrampilan mengemudi becak. Berbagai insiden saling senggol dan tabrak pun kerap terjadi dalam lomba kali ini.

“Seumur umur baru kali pertama mengayuh becak. Ternyata mengayuh becak tidak semudah seperti kelihatannya. Perlu konsentrasi dan menyesuaikan tenaga saat mengayuh,” kata Dewi Srikandi, salah satu peserta lomba kayuh becak, Sabtu (21/4/2018).

Simak : Barisan Kartini Ramaikan Pasar Murah Sembako di Gaden, Trucuk

Melalui momentum Hari Kartini, Dewi mengatakan jika saat ini terdapat sosok Kartini yang senantiasa berjuang untuk menghidupi keluarga, dengan bekerja siang dan malam. Meski perjuangan tidak seberat Kartini, namun kaum perempuan di Indonesia banyak yang mewarisi semangat Kartini. “Banyak perempuan Indonesia yang bekerja layaknya laki-laki. Mereka menghidupi keluarga, karena mungkin suami sakit-sakitan atau sudah tidak memiliki suami,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Kayuh Becak Eni Setyowati menjelaskan, kegiatan ini tak lain untuk menyemarakkan salah satu hari yang bersejarah bagi kaum wanita. Sebagai generasi penerus bangsa, perempuan dituntut agar mewarisi semangat Kartini, yakni dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia. “Kita ingin tunjukkan jika wanita Indonesia hebat. Apa yang dilakukan kaum laki-laki (profesi) yakni mengayuh becak sebagai pekerjaan berat ternyata kaum perempuan juga bisa,” terang Eni.

Simak : Buruh Karanganyar Sampaikan 10 Tuntutan, Salah Satunya Tolak Eksploitasi Lawu

Semarak Kartini ini digelar oleh komunitas pejalan kaki (KPK) Solo, tak lain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas persatuan dan kesatuan anggota KPK menuju setia kawan dan persaudaraan sejati. “Kita ingin persaudaraan yang selama ini terjalin dengan baik antar anggota KPK terus terjaga, agar menjadi salah satu penerus Kartini sebagai pejuang perempuan,” tandasnya. (Anindya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: