Jelang Ramdhan, Harga Bawang dan Cabai Hijau Melejit

84 Views

kabarsolo.co (Sukoharjo) — Satgas Pangan Sukoharjo, menggelar inspeksi mendadak (sidak) sembako di sejumlah pasar tradisional. Sidak Satgas Pangan ini untuk memastikan ketersediaan stok sembako serta memantau harga jelang ramadhan.

Sidak yang dilakukan oleh tim gabungan, baik dari institusi Polri maupun dinas terkait di Pemkab Sukoharjo diawali dengan melakukan pengecekan di pasar Ir Soekarno. Dalam pantuan ini, petugas memeriksa ketersediaan stok sembilan bahan pokok, seperti beras, minyak, gula, daging, sayur-buah, telur, maupun komuditi lainnya.

“Pengecekan ini sekaligus untuk antisipasi adanya oknum yang berusaha menimbun sembako untuk mencari keuntungan pribadi. Jika ada oknum yang menimbun, dampaknya akan terasa di masyarakat dengan harganya yang melambung tinggi,” ujar Ketua Satgas Pangan Sukoharjo, AKP Rifeld Constantien, Selasa (8/5/2018).

Simak : Harga Jatuh, Panen Petani Melon Karanganyar Tak Maksimal

Kasat Reskrim Polres Sukoharjo itu lebih jauh menyatakan, sidak yang dilakukan tidak hanya sebatas memantau harga sembako, tapi juga memastikan distribusinya aman dan sampai kepada masyarakat. Ramadhan yang sering diikuti dengan kenaikan tingkat konsumsi masyarakat, jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Yakni dengan cara menimbun atau memainkan tengkulak, agar harga tinggi.

“Kita warning keras kepada tengkulak, terutama yang besar-besar jangan sampai bermain harga sembako. Karena siapapun yang bermain akan kita tindak,” tegasnya.

Tim Satgas Pangan yang bertindak ini terdiri dari Polres, Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pertanian dan Perikanan, serta Dinas Kesehatan Kota (DKK). Sementara itu, dalam pemantuan harga sembako ini ada sejumlah komuditi pangan yang naik antara seribu rupiah hingga dua ribu per kilogramnya.

Simak : Penjualan Caping di Pasar Gawok Sukoharjo Lesu

“Seperti daging ayam seribu, dari Rp 32.000 menjadi Rp 33.000 per kilogram. Demikian juga untuk telur, dari Rp 22.000 naik Rp 2.000- menjadi Rp 24.000 per kilogramnya,” tambah Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Sukoharjo, Sutarmo.

Lonjakan harga justru terjadi pada cabai dan bawang putih. Untuk cabai rawit hijau yang semula hanya Rp 20.000 saat ini naik menjadi Rp 25. 000 per kilogram. Begitu juga bawang putih, naik Rp 5.000, yang semula Rp 20.000 naik menjadi Rp 25.000 perkilogramnya. “Untuk beras, minyak, tepung, gula dan lainnya masih normal. Kami akan terus awasi pergerakan harga sembako jelang ramadhan,” pungkasnya. (Anindya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: