Jumenengan Keraton Solo, Tarian Bedaya Ketawang Hanya Berlangsung 30 Menit

83 Views

kabarsolo.co (Solo) — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat melaksanakan Tingalan Dalem Jumenengan ke -14 SISKS Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi. Dalam Jumenengan kali ini, Keraton Surakarta memberikan gelar kepada empat pejabat di Indonesia.

Empat pejabat yang mendapat gelar bangsawan ini diantaranya, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Kutai Barat.Keempat pejabat ini diberikan gelar karena dinilai layak dan telah memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya di Keraton Kasunanan Surakarta. Khusus untuk Pangdam IV dan Kapolda Jawa Tengah pemberian gelar karena berkontribusi dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan Jumenengan maupun kegiatan Keraton lainnya.

Simak : Dihibahkan, Pusaka Era Majapahit dan Pajajaran Siap Dipamerkan di Museum Keris

“Ke empat pejabat ini mendapat gelar Kanjeng Pangeran Haryo atau KPH,” ujar Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat KGPH Dipokusumo, kepada awak media Kamis (12/4/2018).

Tingalan Jumenengan yang ditandai keluarnya Sinuhun PB XIII dari Dalem Ageng Prabasuyasa menuju Sasana Sewaka. Hanya saja tarian Bedaya Ketawang yang dibawakan sembilan penari tidak berlangsung lama seperti biasanya. Sementara, Tingalan Jumenengan sendiri juga tidak dihadiri sejumlah kerabat keraton, khususnya adik-adik PB XIII dari kubu GKR Wandansari atau Gusti Moeng.

“Semuanya diundang, hanya saja tidak menyebut nama satu persatu. Kecuali yang mendapatkan tugas khusus misalnya among tamu dan lain-lainnya seperti saya, itu memang mendapat surat khusus. Sebagian besar sentana juga hadir, seperti Gusti Tedjo, Gusti Hadi, Gusti Dyah, Gusti Puspo, Gusti Rahmani, Gusti Menur, Gusti Kusniah dan sebagian di luar kota,” terangnya.

Sedangkan terkiat tari Bedaya Ketawang yang hanya dilaksanakan 30 menit, sementara durasi nomrlanya adalah 2 jam, menuurt Dipokusumo karena mengingat kondisi Sinuhun yang masih dalam proses penyembuhan. “Jadi tidak mungkin tarian dibawakan secara penuh,” imbuhnya.

Simak : Eks PG Colomadu Menjadi Wisata Heritage Internasional

Selain empat pejabat yang mendapat gelar bangsawan, tampak hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Subagyo HS, Staff Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Budi Prasetyo, serta Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sujiatmi Notomiharjo.

Sementara itu, Menkopolhukam Wiranto mengaku senang karena bisa hadir dalam acara Tingalan Jumenengan Keraton Surakarta tersebut. Menuurtnya, ritual sakral itu merupakan warisan budaya leluhur yang sarat makna. “Saya sengaja datang dari Jakarta ke Solo untuk menyaksikan langsung Tingalan Jumenengan ke 14. Ada simbol kerukunan dalam ritual ini meski masih ada konflik internal di tubuh Keraton. Nanti akan kita ajak rembugan akan bisa selesai,” tandas Wiranto. (Anindya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: