Setelah 45 Hari Pengabdian Masyarakat, Ribuan Mahasiswa UNS Resmi Ditarik

186 Views

kabarsolo.co (Solo) — Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) hari ini menarik ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ngempak, Boyolali. Penarikan sebanyak 3.070 mahasiswa ini setelah selama 45 hari mereka berbaur serta mengembangkan potensi lokal melalui program pengabdian masyarakat.

Wakil Rektor 1 UNS, Prof Sutarno mengatakan, ribuan mahasiswa yang ditarik ini merupakan peserta KKN periode Juli-Agustus 2018. Penarikan peserta KKN dilakukan di Balai Desa Keyongan Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali. “Alhamdulilah selama 45 hari mahasiswa kami berada di tengah-tengah masyarakat. Saya mohon maaf jika selama berinteraksi ada kesalahan, dan program-program yang dijalankan mudah-mudahan bermanfaat,” papar Sutarno, Senin (20/8/2018).

Simak : Fakultas Pertanian UNS Kembangkan Potensi Kopi Temanggung

Meski peserta KKN telah resmi ditarik, UNS tidak menutup diri untuk terus mengembangkan potensi lokal yang ada di Ngempak, Boyolali. Bahkan, jika masih dibutuhkan pengembangan atau program yang dilakukan belum tentus, UNS siap mengirimkan mahasiswa dalam program KKN kedepannya.

“Silahkan diberitahu, jika memang masih ada yang dibutuhkan dalam pengembangan masyarakat. UNS memiliki banyak ahli baik dibidang peternakan maupun pertanian. Seperti memanfaatkan kotoran sapi menjadi biogas kami siap,” urainya.

Selaam 45 hari KKN, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program yang disesuaikan kebutuhan masing-masing daerah. Seperti yang dilakukan di Boyolali, tim KKN UNS telah menghasilkan berbagai produk. Diantaranya pupuk cair organik, pupuk padat organik, jamu ternak, sabun pencuci piring. “Untuk makanan, mahasiswa juga memberikan pelatihan seperti membuat nugget pisang, manisan kulit semangka, selai kacang, serta pengolahan serbuk kayu menjadi bros dan masih banyak lagi,” imbuh Kepala UPKKN UNS, Dr Sc Agr Rahayu.

Simak : Tim FISIP UNS Juarai Kompetisi Debat IGC 2018

Melalui program KKN serta pemberdayaan masyarakat di Ngemplak Boyolali, diharapkan mampu meningkatkan perekonomuan. Sehingga kedepan lahirnya UKM-IKM yang berbasis potensi lokal oleh masyarakat setempat. “Nanti kami usulkan ke pemerintah daerah, siapa tahu bisa menjadi industri kreatif dan bisa memajukan perekonomian,” tandas Rahayu. (Anindya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: